Minggu, 29 Maret 2020

Ekonomi Indonesia Diprediksi Baru Pulih dari Corona pada 2021

PT KONTAK PERKASA FUTURES  - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan prospek pertumbuhan ekonomi nasional pada 2020 akan tertahan. Hal ini diakibatkan meluasnya penyebaran virus corona di Indonesia.
"Kami melihat prospek pertumbuhan ekonomi domestik 2020 akan tertahan akibat meluasnya COVID-19," Perry dalam siaran pers yang diterima Merdeka.com, Senin (30/3).
Perry melanjutkan pada awalnya virus ini terjadi di Tiongkok dan kemudian menyebar ke banyak negara termasuk Indonesia. Sehingga menjadi pandemik global.
Pemerintah, Bank Indonesia, dan otoritas terkait berkomitmen akan terus memperkuat sinergi kebijakan untuk memonitor dinamika penyebaran COVID-19. Termasuk dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.
Berbagai langkah kebijakan akan ditempuh guna menjaga tetap kondusifnya aktivitas perekonomian sehingga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan tetap terjaga. Serta momentum pertumbuhan ekonomi dapat dipertahankan.
"Kami memprakirakan perekonomian Indonesia kembali meningkat pada 2021 dan menguat dalam jangka menengah," kata Perry.
Prospek tersebut ditopang oleh tiga elemen penting yakni sinergi, transformasi, dan inovasi. Sinergi kebijakan Bank Indonesia, Pemerintah, dan otoritas terkait akan terus diperkuat dan menjadi unsur sangat penting untuk menjaga ketahanan dan mendorong momentum pertumbuhan ekonomi.
Sinergi juga akan mendukung percepatan transformasi ekonomi, yang ditopang berbagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Termasuk melalui penguatan sektor- sektor unggulan. seperti manufaktur dan pariwisata, serta pengembangan ekonomi syariah.
Transformasi ekonomi tersebut juga berkaitan dengan berbagai upaya untuk terus menumbuh-kembangkan inovasi ekonomi-keuangan digital. Sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan inklusif.
Dengan begitu Perry optimis, Indonesia akan menjadi negara maju pada tahun 2045 mendatang.
"Sehingga Indonesia menjadi negara maju berpendapatan tinggi pada 2045," kata Perry.
Reporter: Anisyah Al Faqir
Sumber: Merdeka.com

BACA JUGA : 

Awal Pekan, Rupiah Melemah Seiring Kekhawatiran Pasar

PT KONTAK PERKASA FUTURES - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada perdagangan awal pekan ini. Pelemahan masih terkait dengan dampak ekonomi dari wabah virus corona.
Mengutip Bloomberg, Senin (30/3/2020), rupiah dibuka di angka 16.155 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di angka 16.170 per dolar AS. Namun pada pukul 10.41 WIB, rupiah bergerak melemah ke level 16.320 per dolar AS.
Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 16.155 per dolar AS hingga 16.320 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah melemah 17,7 persen.
Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) rupiah dipatok di angka 16.336 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan patokan sebelumnya yang ada di angka 16.230 per dolar AS.
"Pasar aset berisiko termasuk rupiah, mungkin akan tertekan di hari Senin karena pasar kembali mengkhawatirkan penyebaran wabah corona yang sudah memberikan dampak negatif ke perekonomian," kata Kepala Riset Monex Investindo Futures dikutip dari Antara, Senin (30/3/2020).
Seperti yang disampaikan oleh IMF, wabah COVID-19 sudah menyebabkan krisis ekonomi dan keuangan global.
Aksi lockdown karena wabah tersebut menyebabkan aktivitas ekonomi berkurang dan menyebabkan perlambatan pertumbuhan ekonomi di beberapa negara.
Data-data ekonomi yang dirilis pekan lalu, negara yang terkena wabah seperti AS, Eropa dan Inggris , menunjukkan pelemahan yang cukup dalam.
Contohnya data tenaga kerja AS yang menunjukkan jumlah orang yang menganggur bertambah 10 kali lipat lebih. Data aktivitas manufaktur dan sektor jasa juga mengalami penurunan yang signifikan.
"Sentimen penahan pelemahan mungkin datang dari ditandatanganinya UU stimulus jumbo AS yang mengeluarkan dana hingga 2 triliun dolar AS untuk meredam dampak negatif wabah di perekonomian AS," ujar Ariston.
Ariston memperkirakan rupiah pada hari ini akan bergerak di kisaran Rp 16.100 per dolar AS hingga Rp 16.300 per dolar AS.
BACA JUGA : 

Jumat, 27 Maret 2020

[New post] Terdampak Corona, Simak Skema Pemberian BLT oleh Pemerintah

perkasafuturesbpp posted: " KONTAK PERKASA FUTURES - Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono, menjelaskan skema pembiayaan bantuan lansung tunai (BLT) yang diberikan kepada pekerja formal dan informal. BLT disalurkan kepada mereka para pekerja yang terda"

Rupiah Menguat ke 16.075 per Dolar AS Terdorong Kenaikan Wall Street

KONTAK PERKASA  FUTURES - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali bergerak menguat pada perdagangan Jumat ini. Rupiah hari ini diprediksi bergerak di kisaran 16.220 per dolar AS hingga 16.430 per dolar AS.
Mengutip Bloomberg, Jumat (27/3/2020), rupiah dibuka di angka 16.105 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 16.305 per dolar AS. Menuju siang, rupiah terus menguat ke 16.075 per dolar AS.
Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 16.075 per dolar AS hingga 16.235 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah melemah 16,62 persen.
Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 16.230 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan patokan sebelumnya yang ada di angka 16.328 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah pada Jumat ini menguat terbawa efek stimulus jumbo yang akan digelontorkan oleh pemerintah Amerika Serikat (AS).
Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, rupiah hari ini menghijau terdorong oleh penguatan bursa saham AS pada Kamis kemarin.
"Indeks saham AS yang menguat cukup besar kemarin karena optimisme stimulus pemerintah AS sebesar USD 2 triliun untuk meredam dampak negatif wabah Corona terhadap perekonomian AS, bisa memberikan sentimen positif juga ke aset berisiko hari ini, termasuk ke rupiah," ujar Ariston.
Senat AS sendiri sudah menyetujui proposal stimulus tersebut, tinggal DPR AS yang dikuasai oleh Partai Demokrat yang akan memberikan persetujuan hari ini.
Sementara itu, DPR AS diperkirakan juga akan langsung menyetujui paket stimulus tersebut.
"Rupiah berpotensi bergerak menguat ke arah 16.000 per dolar AS, dengan potensi resisten di 16.305 per dolar AS hari ini," kata Ariston.
Sebelumnya, rupiah pada Kamis kemarin ditutup menguat 195 poin atau 1,18 persen menjadi 16.305 per dolar AS dari sebelumnya 16.500 per dolar AS.
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah hari ini akan kembali menguat di kisaran 16.220 per dolar AS hingga 16.430 per dolar AS.

BACA JUGA : 

Kewajiban Neto Posisi Investasi Internasional Indonesia Naik di Akhir 2019

Kamis, 26 Maret 2020

[New post] Harga Minyak Anjlok, Batu Bara Jadi Bahan Bakar Fosil Termahal di Dunia

perkasafuturesbpp posted: " KONTAK PERKASA FUTURES - Batu bara, alternatif bahan bakar yang dulu dikenal sebagai bahan bakar paling murah, kini berbanding terbalik. Komoditas ini menjadi bahan bakar fosil termahal di dunia, menggeser minyak mentah. Mengutip laman Bloomberg,"

Dihajar Corona, Gubernur BI Sebut Perbankan Indonesia Masih Kuat

KONTAK PERKASA FUTURES - Ketidakpastian kondisi ekonomi global membuat stabilisasi pasar keuangan goyah. Masyarakat panik, bagaimana bisa nilai tukar rupiah melonjak tajam hingga menyentuh angka Rp 16.550 (per dolar AS)? Apakah akan terjadi krisis moneter seperti tahun 1998 dan 2008?
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memastikan bahwa kondisi volatilitas di pasar keuangan serta kondisi ekonomi secara keseluruhan sangat berbeda dengan apa yang dihadapi dunia belasan tahun silam.
"Yang terjadi sekarang ini masalah pandemi Covid-19, yang eskalasinya luar biasa. Kita lihat di Italia jumlah yang meninggal lebih banyak dari di China," jelas Perry saat melakukan konferensi pers lewat siaran langsung, Kamis (26/3/2020).
Lanjut Perry, investor asing mengalami kepanikan karena negara-negara yang terdampak Corona mengalami kematian yang jumlahnya meningkat setiap waktu. Akhirnya, mereka menarik aset mereka keluar.
Perry kemudian menjelaskan bahwa pelemahan nilai rupiah yang terjadi saat ini juga berbeda eskalasinya dibandingkan tahun 1998.
"Mohon maaf, yang membandingkan nilai tukar rupiah sekarang dengan saat krisis 1998, bahwa dulu itu rupiah naik ke Rp 16 ribu dari yang awalnya Rp 2.500 (per dolar AS). Naiknya hampir 8 kali lipat. Sementara yang sekarang, ke Rp 16 ribu itu dari Rp 13.800," jelas Gubernur BI.
Perry juga mengingatkan bahwa sistem perbankan Indonesia saat ini jauh lebih kuat. Oleh karenanya, BI akan terus memperkuat kebijakannya untuk memitigasi dampak Corona ke stabilitas ekonomi dan pasar keuangan Indonesia.
"Kami menekankan kembali BI akan menggunakan berbagai instrumen moneter, pasar, dan lainnya untuk bersama koordinasi Kementerian Keuangan, OJK, LPS dan lainnya untuk stabilisasi dampak negatif covid-19," tutup Perry.

Selasa, 24 Maret 2020

[New post] Rupiah Menguat ke 16.485 Efek Stimulus Kredit Bank Sentral AS

perkasafuturesbpp posted: " PT KONTAK PERKASA FUTURES - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Selasa pekan ini. Rupiah menguat dan menjauh dari level 17.000 per dolar AS. Mengutip Bloomberg, Selasa (24/3/2020), rupiah dibuka di angka 16."