Kamis, 16 April 2020

Lockdown Bikin Harga Kopi Dunia Melambung

PT KONTAK PERKASA FUTURES - Harga kopi dunia naik sepanjang sebulan terakhir. Pemicunya, aturan lockdown di banyak negara memicu masyarakat memborong kopi untuk dikonsumsi di rumah.
Melansir laman CNBC, Jumat (17/4/2020), harga kopi Arabika berjangka di benchmark New York untuk pengiriman Mei naik 15 persen dibandingkan bulan lalu, yang diperdagangkan sekitar USD 1,20 per pon.
Kontrak berjangka merupakan perjanjian untuk membeli atau menjual produk- dalam hal ini kopi - untuk harga yang ditentukan pada titik tertentu di masa depan. Ini menunjukkan apa yang orang harapkan dari harga kopi di masa depan.
Harga kopi naik setelah beberapa bulan lalu bergejolak, hingga sempat mencapai level terendah 2020 sekitar 97 sen per pon pada 5 Februari. Anjloknya harga dipicu fluktuatif pasar saham yang mencerminkan adanya kepanikan yang meluas akibat Virus Corona.
Namun harga kopi kemudian bangkit kembali. Pada 25 Maret, harga kopi berjangka mencapai USD 1,29, melonjak 30 persen dari titik terendah Februari.
Pembelian Melonjak
"Permintaan konsumen yang bertambah di tengah pandemi coronavirus mendorong harga komoditas ini," ujar Maximillian Copestake dan Steve Pollard dari Broker Marex Spectron.
Copestake, yang juga merupakan Direktur Eksekutif Penjualan Kopi Eropa, mengatakan saat komoditas lain, seperti logam atau minyak mengalami penurunan permintaan, kondisi ini itu tidak terjadi dengan kopi.
"Baru saja terjadi peralihan bentuk konsumsi kopi, dari di luar rumah ke di dalam rumah," jelas dia.
Meski dia mengaku, pedagang kopi seperti kedai kopi, bar dan restoran maupun pemasoknya dipastikan mengalami pukulan telak dari kondisi ini.
Sementara di sisi lain, penjualan kopi melalui supermarket mengalami lonjakan permintaan."Orang-orang mengisi lemari pasokan makananya jadi mereka akan terus keluar dan membeli," lanjut Copestake.Di sisi lain, lockdown ikut mempengaruhi proses pengiriman kopi ke konsumen. Meski pada akhirnya produk tersebut tetap dapat dikirimkan ke pasar.
"Karena kopi adalah bahan makanan, bahkan jika suatu negara terkunci, orang-orang yang bekerja dalam rantai pasokan dianggap sebagai pekerja penting," katanya.
Perihal prospek harga di kemudian hari saat lockdown dan virus berakhir, Copestake dan Pollard mengaku hal itu masih masih belum jelas.
"Apakah saat konsumsi turun ketika orang-orang tidak lagi pergi ke Starbucks atau tidak keluar untuk makan dan minum kopi, akan dikompensasi dengan peningkatan setara dalam konsumsi di rumah, kita tidak tahu," kata mereka.
Namun dia memastikan jika pada titik tertentu, konsumen akan mulai menurunkan stok di rumah dan tidak keluar untuk membeli di supermarket.
"Kami berpikir kemungkinan akan terjadi pada tahun 2020/2021 - sehingga permintaan tambahan yang kami lihat saat ini mungkin akan turun kembali dari pasar tahun depan," dia menandaskan.

Lockdown Bikin Harga Kopi Dunia Melambung

PT KONTAK PERKASA FUTURES - Harga kopi dunia naik sepanjang sebulan terakhir. Pemicunya, aturan lockdown di banyak negara memicu masyarakat memborong kopi untuk dikonsumsi di rumah.
Melansir laman CNBC, Jumat (17/4/2020), harga kopi Arabika berjangka di benchmark New York untuk pengiriman Mei naik 15 persen dibandingkan bulan lalu, yang diperdagangkan sekitar USD 1,20 per pon.
Kontrak berjangka merupakan perjanjian untuk membeli atau menjual produk- dalam hal ini kopi - untuk harga yang ditentukan pada titik tertentu di masa depan. Ini menunjukkan apa yang orang harapkan dari harga kopi di masa depan.
Harga kopi naik setelah beberapa bulan lalu bergejolak, hingga sempat mencapai level terendah 2020 sekitar 97 sen per pon pada 5 Februari. Anjloknya harga dipicu fluktuatif pasar saham yang mencerminkan adanya kepanikan yang meluas akibat Virus Corona.
Namun harga kopi kemudian bangkit kembali. Pada 25 Maret, harga kopi berjangka mencapai USD 1,29, melonjak 30 persen dari titik terendah Februari.
Pembelian Melonjak
"Permintaan konsumen yang bertambah di tengah pandemi coronavirus mendorong harga komoditas ini," ujar Maximillian Copestake dan Steve Pollard dari Broker Marex Spectron.
Copestake, yang juga merupakan Direktur Eksekutif Penjualan Kopi Eropa, mengatakan saat komoditas lain, seperti logam atau minyak mengalami penurunan permintaan, kondisi ini itu tidak terjadi dengan kopi.
"Baru saja terjadi peralihan bentuk konsumsi kopi, dari di luar rumah ke di dalam rumah," jelas dia.
Meski dia mengaku, pedagang kopi seperti kedai kopi, bar dan restoran maupun pemasoknya dipastikan mengalami pukulan telak dari kondisi ini.
Sementara di sisi lain, penjualan kopi melalui supermarket mengalami lonjakan permintaan."Orang-orang mengisi lemari pasokan makananya jadi mereka akan terus keluar dan membeli," lanjut Copestake.Di sisi lain, lockdown ikut mempengaruhi proses pengiriman kopi ke konsumen. Meski pada akhirnya produk tersebut tetap dapat dikirimkan ke pasar.
"Karena kopi adalah bahan makanan, bahkan jika suatu negara terkunci, orang-orang yang bekerja dalam rantai pasokan dianggap sebagai pekerja penting," katanya.
Perihal prospek harga di kemudian hari saat lockdown dan virus berakhir, Copestake dan Pollard mengaku hal itu masih masih belum jelas.
"Apakah saat konsumsi turun ketika orang-orang tidak lagi pergi ke Starbucks atau tidak keluar untuk makan dan minum kopi, akan dikompensasi dengan peningkatan setara dalam konsumsi di rumah, kita tidak tahu," kata mereka.
Namun dia memastikan jika pada titik tertentu, konsumen akan mulai menurunkan stok di rumah dan tidak keluar untuk membeli di supermarket.
"Kami berpikir kemungkinan akan terjadi pada tahun 2020/2021 - sehingga permintaan tambahan yang kami lihat saat ini mungkin akan turun kembali dari pasar tahun depan," dia menandaskan.

BACA JUGA : 

[New post] 5 Strategi Pertamina Hadapi Virus Corona

perkasafuturesbpp posted: " PT KONTAK PERKASA -  PT Pertamina (Persero) sudah menyiapkan lima strategi umum bisnis bagi perusahaan, dalam mengahadapi wabah virus corona. "Yang pertama tentu adalah pertamina tetap akan memberikan komitmen menjamin dan mengoptimalkan produksi miga"

Rabu, 15 April 2020

[New post] Meski Ada Corona, Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 740 Juta di Maret 2020

perkasafuturesbpp posted: " KONTAK PERKASA FUTURES - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2020 mengalami surplus sebesar USD 740 juta. Surplus ini lebih rendah dibandingkan periode bulan sebelumnya Februari yang tercatat sebesar USD 2,34 mili"

Ada Corona, Impor dari China ke Indonesia Tetap Tinggi

KONTAK PERKASA FUTURES - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data ekspor dan impor untuk bulan Maret 2020. Secara khusus, tercatat impor Indonesia naik 15,6 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Kepala BPS Suhariyanto menyatakan, hal tersebut disebabkan oleh nilai impor non-migas yang naik, sebesar 19,83 persen. Adapun China masih menjadi negara yang mendominasi impor non migas ke Indonesia.
"Beberapa negara terutama Tiongkok (China) nilai impornya USD 1 miliar atau sekitar 50,43 persen dari total," ujar Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Rabu (15/4/2020).
Selain China, negara lain seperti Taiwan menyumbang impor sebesar USD 143,1 juta, disusul Amerika Serikat (AS) sebesar USD 125 juta.
Suhariyanto menyatakan, nilai impor yang besar dari China kemungkinan dikarenakan kondisi ekonomi China yang telah berangsur pulih dari pandemi, meskipun mereka masih mewaspadai adanya penyebaran virus gelombang kedua.
"Kemungkinan recovery China memang lumayan, tapi sekarang mereka sedang mewaspadai gelombang Corona yang kedua," ujarnya.
Adapun secara sektoral, nilai impor barang konsumsi tercatat naik 43,8 persen dibanding bulan sebelumnya dengan nilai USD 1,27 miliar.
Nilai impor bahan baku penolong meningkat 16,43 persen sebesar USD 10,28 miliar dan nilai impor barang modal menurun 1,55 persen sebesar USD 1,8 miliar dibanding bulan Februari 2020.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2020 mengalami surplus sebesar USD 740 juta. Surplus ini lebih rendah dibandingkan periode bulan sebelumnya Februari yang tercatat sebesar USD 2,34 miliar.
Kepala BPS, Suharyanto, menyatakan surplus ini terjadi dikarenakan posisi ekspor Indonesia pada Februari 2020 alami kenaikan. Sementara kenaikan impor juga terjadi namun tidak begitu besar di Maret 2020.
Di mana nilai ekspor pada Maret 2020 tercatat sebesar USD 14,09 miliar atau naik 0,23 persen dari bulan sebelumnya. Sedangkan, impor tercatat sebesar USD 13,35 miliar atau naik 15,60 persen dari Februari 2020.
"Selama Maret 2020 kita masih alamai surplus USD 740 juta. Ini berita menggembirakan di tengah situasi seperti ini. Kita akan lihat kondisi bulan selanjutnya di April," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung Pusat BPS, Jakarta, Rabu (15/4).
Jika dirinci surplus neraca perdagangan Indonesia menurut negara, Amerika Serikat menjadi terbesar yakni mencapai USD 3,0 miliar. Posisi ini meningkat dari periode sama tahun sebelumnya yakni hanya USD 2,2 miliar.
Surplus lainnya terjadi di negara-negara tujuan lain seperti India dan Belanda masing-masing USD 1,9 miliar dan USD 535 juta.
Sementara itu, defisit terbesar neraca perdagangan Indonesia terjadi di China yakni minus USD 2,9 miliar. Namun posisi ini masih cukup baik dibandingkan periode sama tahun lalu tercatat defisit sebesar USD 5,1 miliar.
Defisit lain juga terjadi dinegara ekspor tujuan lain seperti Australia dan Thailand yang masing-masing alami defisit sebesar minus USD 562 juta dan minus USD 892 juta.

Selasa, 14 April 2020

[New post] Presiden, Menteri hingga Anggota DPR Dipastikan Tak Dapat THR Tahun Ini

perkasafuturesbpp posted: " PT KONTAK PERKASA FUTURES - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati memastikan bahwa presiden, wakil presiden, bersama dengan para menteri tidak akan mendapatkan tunjangan hari raya (THR) di tahun ini. Keputusan ini juga berlaku bagi anggota DPR dan DPD."

Atasi Dampak Covid-19, Antam Tunda Angsuran Mitra UKM Hingga 1 Tahun

PT KONTAK PERKASA FUTURES - Sebagai upaya mengurango dampak ekonomi dari pandemi Covid-19, PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menginisiasi kebijakan penundaan pembayaran angsuran mitra UKM di sekitar wilayah operasi.
Dalam keterangan tertulis, Direktur SDM Antam, Luki Setiawan Suardi mengatakan langkah ini sebagai stimulus untuk meringankan beban ekonomi masyarakat sekitar akibat Covid-19.
“Penundaan pembayaran kewajiban Program Kemitraan diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasi karena pandemi Covid-19” kata Luki. 
Menurut Luki stimulus penundaan pembayaran angsuran ini hingga satu tahun. Keringanan pembayaran angsuran dilakukan agar para mitra UKM tetap bisa bertahan dan tetap kegiatan UKM tetap berjalan.
“Inisiasi ini juga merupakan refleksi atas komitmen Antam dalam pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan,” tambah Luki.
Dalam keterangannya, stimulus Program Kemitraan Antam diberikan kepada mitra binaan yang terdampak pandemi Covid-19 baik langsung maupun tidak langsung. Kebijakan ini berlaku mulai 1 April 2020 – 31 Maret 2021.
Menurut Luki program ini akan ditinjau berkala setiap tiga bulan dengan mempertimbangkan kondisi dan kebijakan yang dirilis Kementerian BUMN dan Holding Industri Pertambangan-MIND ID.
Luki juga menyampaikan, program ini dapat diikuti mitra binaan melalui pengajuan tertulis kepada Antam.
“Permohonan restrukturisasi dapat ditujukan ke Unit Bisnis atau Kantor Pusat ANTAM, tentunya dengan mengikuti peraturan dan kebijakan mengenai Stimulus Program Kemitraan serta mempertimbangkan risiko,” ujar Luki.
Hingga saat ini, beberapa mitra sudah menerima manfaat dari stimulus yang dilaksanakan Antam. Badru Kamaludin, salah satu mitra binaan yang bergerak dalam usaha ternak ikan di desa Caringin kabupaten Bogor menyambut positif program ini.
“Terima kasih, dengan adanya kebijakan stimulus dari Antam ini membuat kami pelaku perikanan merasa sedikit lega dengan keringanan ini,” kata Badru. 
Menurut Badru, pandemi Covid-19 memberikan dampak negatif terhadap usahanya yang mengakibatkan penjualan ikan menurun drastis.
“Penjualan kami turun drastis, di pasar sepi pembeli bahkan tutup, pemancingan di tutup. Sekarang kami hanya bisa bertahan untuk biaya hidup,” tambahnya.
Antam berharap, program ini dapat membantu mitra binaan bertahan saat kondisi pandemi Covid-19 serta dapat menggerakkan roda ekonomi daerah. Program penundaan angsuran mitra binaan ni juga dilaksanakan sesuai dengan dengan instruksi Presiden Joko Widodo terkait stimulus kebijakan relaksasi kredit dan arahan Kementerian BUMN mengenai stimulus untuk Program Kemitraan.

BACA JUGA : 

IHSG Dibuka Naik ke 4.646,12, Seluruh Sektor Bertengger di Zona Hijau