Senin, 18 Mei 2020

[New post] Stok Minyak Dunia Melimpah, Harga Sewa Kapal Tanker Melonjak

perkasafuturesbpp posted: " PT KONTAK PERAKSA - Terjadinya wabah COVID-19 telah meningkatkan potensi kemungkinan pencapaian target PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL). Wabah tersebut telah menghentikan sebagian besar ekonomi global dan sangat membatasi mobilitas penduduk dan barang d"

Rupiah Berpeluang Menguat Didorong Pelonggaran Lockdown Sejumlah Negara

PT KONTAK PERKASA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan awal pekan ini. Namun demikian, rupiah masih punya peluang untuk kembali menguat.
Mengutip Bloomberg, Senin (18/5/2020), rupiah dibuka di angka 14.855 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.860 per dolar AS. Namun menjelang siang, rupiah terkoreksi dengan bergerak melemah ke 14.862 per dolar AS.
Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.855 per dolar AS hingga 14.875 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah melemah 7,19 persen.
Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 14.909 per dolar AS, melemah jika dibandingkan sebelumnya yang ada di angka 14.885 per dolar AS.
Namun demikian, nilai tukar rupiah pada awal pekan ini masih berpeluang menguat seiring dengan pelonggaran lockdown di sejumlah negara.
Dikutip dari Antara, Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, sentimen positif terlihat kembali masuk ke pasar keuangan pagi ini.
"Pasar menyikapi positifhttp://kontak-perkasaf.com/profil-perusahaan/ lockdown yang dibuka di beberapa negara seperti di kawasan Eropa, sebagian AS, China, Korsel, Hong Kong, Vietnam, dan lain-lain, seiring dengan berkurangnya jumlah kematian dan jumlah kasus positif di negara pandemi tersebut," ujar Ariston.
Sentimen positif itu, lanjut Ariston, bisa membantu penguatan rupiah hari ini ke kisaran Rp14.800 per dolar AS hingga Rp14.750 per dolar AS.
Penguatan rupiah terhadap dolar AS juga terbantu oleh stimulus besar yang dikeluarkan oleh Bank Sentral AS The Fed untuk memperbesar likuiditas dolar di pasar. The Fed kurang lebih sudah mengeluarkan 2 triliun dolar AS untuk pembelian obligasi.
Namun demikian, Ariston menilai pasar masih mewaspadai potensi gelombang kedua pandemi pasca pelonggaran lockdown dan memburuknya data-data ekonomi karena wabah yang bisa menekan kembali sentimen positif.
Ariston memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp14.750 per dolar AS hingga Rp15.000 per dolar AS.
Pada Jumat (15/5) lalu, rupiah ditutup menguat 25 poin atau 0,17 persen menjadi Rp14.860 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.885 per dolar AS.
BACA JUGA : 

Jumat, 15 Mei 2020

[New post] Dibuka Menguat, Rupiah Malah Tertekan Jelang Siang

perkasafuturesbpp posted: " PT KONTAK PERKASA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Jumat pekan ini. Mengutip Bloomberg, Jumat (15/5/2020), rupiah dibuka di angka 14.875 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan penutupan perdagan"

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp 5.787 Triliun di Kuartal I-2020

PT KONTAK PERKASA - Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia mencapai USD 389,3 miliar (Rp 5.787 triliun) pada akhir kuarta I 2020. Utang ini terdiri dari sektor publik (Pemerintah dan bank sentral) sebesar USD 183,8 miliar dan swasta (termasuk BUMN) sebesar USD 205,5 miliar. 
ULN Indonesia tersebut turun tumbuh 0,5 persen (yoy), dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar 7,8 persen (yoy). "Perkembangan tersebut disebabkan oleh penurunan ULN publik dan perlambatan pertumbuhan ULN swasta," mengutip keterangan BI, Jumat (15/5/2020).
Adapun posisi utang luar negeri pemerintah pada akhir kuartal I 2020 tercatat sebesar USD 181,0 miliar atau terkontraksi -3,6 persen (yoy), berbalik dari kondisi kuartal sebelumnya yang tumbuh sebesar 9,1% (yoy).
Penurunan posisi ULN Pemerintah tersebut antara lain dipengaruhi oleh arus modal keluar dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan pembayaran SBN yang telah jatuh tempo.
Pengelolaan ULN Pemerintah dilakukan secara hati-hati dan akuntabel untuk mendukung belanja prioritas pada sektor produktif yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Sektor produktif tersebut mencakup sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (23,1 persen dari total ULN Pemerintah), sektor konstruksi (16,3 persen), sektor jasa pendidikan (16 persen), sektor jasa keuangan dan asuransi (13,3 persen), serta sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (11,5 persen).
Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus meningkatkan koordinasi dalam memantau perkembangan ULN, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.
"Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menyokong pembiayaan pembangunan, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian," menurut keterangan BI.
ULN swasta pada akhir kuartal I 2020 tumbuh 4,5 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan kuartalsebelumnya sebesar 6,6 persen (yoy).
Perkembangan ini disebabkan oleh kontraksi pertumbuhan ULN lembaga keuangan dan melambatnya pertumbuhan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan.
Pada akhir triwulan I 2020, ULN lembaga keuangan terkontraksi -2,3 persen (yoy), berbalik arah dari kuartal sebelumnya yang tumbuh 3,6 persen (yoy).
ULN perusahaan bukan lembaga keuangan juga tumbuh melambat dari 7,6 persen (yoy) pada triwulan IV 2019 menjadi 6,7 persen (yoy) pada kuartal I 2020.
Beberapa sektor dengan pangsa ULN terbesar, yakni mencapai 77,7 persen dari total ULN swasta, adalah sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas & udara dingin (LGA), sektor pertambangan dan penggalian, dan sektor industri pengolahan.
Struktur ULN Indonesia dinilai tetap sehat, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.
Kondisi tersebut tercermin antara lain dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir kuartal I 2020 sebesar 34,5 persen, turun dibandingkan dengan rasio pada kuartal sebelumnya sebesar 36,2 persen.
Di samping itu, struktur ULN Indonesia tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang dengan pangsa 88,4 persen dari total ULN.

BACA JUGA : 

Imbas Corona, Ekspor April 2020 Turun 13,33 Persen

Kamis, 14 Mei 2020

[New post] Utang Klaim BPJS Kesehatan ke Rumah Sakit Tembus Rp 4,4 Triliun

perkasafuturesbpp posted: " PT KONTAK PERKASA FUTURES - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tercatat memiliki utang klaim yang jatuh tempo ke Rumah Sakit sekitar Rp 4,4 triliun. Utang ini tercatat merupakan data sampai dengan 13 Mei 2020. Hal tersebut diungkapkan"

Gubernur The Fed Ingatkan Resesi Ekonomi Akibat Corona Bisa Berlangsung Lama

PT KONTAK PERKASA FUTURES  - Gubernur Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell memperingatkan ancaman resesi berkepanjangan akibat wabah virus Corona. Kongres dan Gedung Putih didesak untuk bertindak lebih jauh untuk mencegah kerusakan ekonomi jangka panjang. 
Berbicara di Washington, Powell mengatakan sementara waktu upaya pemberian bantuan oleh Federal Reserve maupun Kongres telah membantu.
Meski demikian, ketidakpastian pandemi mengancam terjadinya resesi yang lebih dalam dan lebih lama, yang dapat menyebabkan kerusakan berkelanjutan pada produktivitas ekonomi AS.
"Kepailitan rumah tangga dan bisnis yang dapat dihindari dapat membebani pertumbuhan untuk tahun-tahun mendatang," jelas dia seperti mengutip laman Voice of America, Kamis (14/5/2020). 
Powell mengatakan bantuan penyelamatan tambahan dari Kongres, meskipun mahal, akan layak jika bisa membantu menghindari kerusakan ekonomi dalam jangka panjang. "Dan membuat kita mencapai pemulihan yang lebih kuat," jelas dia.
Powell menyebut itu menjadi keputusan perwakilan warga AS yang sudah terpilih yang memegang kekuasaan perpajakan dan pengeluaran.
Powell bersuara sehari usai Ketua DPR Nancy Pelosi dari Demokrat, mengusulkan paket bantuan  senilai USD 3 triliun yang akan ditujukan bantuan ke usaha kecil, pemerintah negara bagian dan lokal serta lembaga-lembaga.
RUU ini akan mengikuti sekitar USD 3 triliun bantuan keuangan sebelumnya yang telah disediakan pemerintah. 
Sementara itu, para pemimpin di Senat yang dikendalikan Partai Republik langsung menolaknya. Pemimpin Mayoritas Mitch McConnell mengatakan Kongres tidak dapat "menopang perekonomian selamanya."
The Fed sendiri juga telah melakukan intervensi dengan memangkas suku bunga mendekati nol dan menciptakan berbagai program pinjaman darurat. 
Tetapi Powell mengulangi peringatan sebelumnya bahwa The Fed dapat memberikan bantuan kepada perusahaan-perusahaan agar bisa bertahan melalui krisis.
Tetapi keterpurukan yang lebih lama mengancam perusahaan menuju kebangkrutan bila tanpa bantuan lebih lanjut dari pemerintah.
BACA JUGA : 

Rupiah Tersungkur Dibayangi Resesi Ekonomi Jangka Panjang

Rabu, 13 Mei 2020

[New post] Iuran BPJS Kesehatan Naik Mulai 1 Juli 2020, Simak Rinciannya

perkasafuturesbpp posted: " KONTAK PERKASA FUTURES -  Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi menaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) untuk kelas I dan II. Kenaikan iuran tersebut mulai berlaku pada 1 Juli 2020. Kebijakan tersebut tertuang dalam "