Kamis, 11 Juni 2020

Seluruh Sektor Terbakar, IHSG Dibuka Melemah ke 4.836,87

PT KONTAK PERKASA FUTURES  - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pada awal perdagangan Kamis ini dibuka melemah. Seluruh sektor saham memerah pada awal perdagangan.
Pada pembukaan perdagangan Kamis (11/6/2020) pukul 09.00 WIB, IHSG melemah 83,8 poin atau 1,7 persen ke posisi 4.836,87. Sementara indeks saham LQ45 juga turun 2,76 persen ke posisi 737,35.
Di awal perdagangan ini, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 4.931,24. Sedangkan terendah 4.836,87.
Sebanyak 166 saham melemah. Sedangkan 72 saham menguat dan 77 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan saham 26.547 kali dengan volume perdagangan 324 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 320,2 miliar.
Investor asing jual saham Rp 5,5 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.015.
Dari 10 sektor pembentuk IHSG, keseluruhan bergerak di zona merah. Pelemah dipimpin oleh keuangan yang anjlok 3,08 persen. Kemudian disusul sektor aneka industri yang turun 2,2 persen dan sektor manufaktur turun 1,10 persen.
Saham-saham yang melemah antara lain HTME turun 6,94 persen ke Rp 134 per saham, BMRI turun 6,92 persen ke Rp 4.570 per saham dan NIKL turun 6,92 persen ke Rp 484 per lembar saham.
Saham-saham yang menguat antara lain KPAL yang naik 25,40 persen ke Rp 79 per lembar saham, AKSI menguat 23,33 persen ke Rp 296 per lembar saham dan CSRA naik 21,62 persen ke Rp 270 per lembar saham.

BACA JUGA : 

Harga Beli Emas Antam Naik Rp 12.000, Jual Bertambah Rp 15.000 per Gram

Rabu, 10 Juni 2020

[New post] Cabai Jamu Asal Lampung Tembus Pasar Jepang hingga Inggris

perkasafuturesbpp posted: " PT KONTAK PERKASA - Peluang ekspor tanaman obat aromatik dan rempah-rempah asli Indonesia tetap memiliki potensi menjanjikan meski dalam situasi pandemi virus corona (Covid-19) saat ini. Salah satunya komoditas cabai jamu (Long pepper) asal Lampung ya"

Rupiah Melemah Dekati 14.000 per Dolar AS

PT KONTAK PERKASA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada perdagangan di Rabu pekan ini.
Mengutip Bloomberg, Rabu (10/6/2020), rupiah dibuka di angka 13.927 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 13.890 per dolar AS.
Menjelang siang, rupiah terus melemah menuju ke 13.979 per dolar AS.
Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 13.927 per dolar AS hingga 13.979 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah melemah 0,81 persen.
Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 14.083 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan patokan sebelumnya yang ada di angka 13.973 per dolar AS.
Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, rupiahterlihat melakukan konsolidasi selama dua hari terakhir terhadap dolar AS.
"Pergerakan ini mungkin akan kembali terjadi hari ini, apalagi pasar sedang menunggu hasil rapat moneter Bank Sentral AS dini hari nanti," ujar Ariston dikutip dari Antara, Rabu (10/6/2020).
Menurut Ariston, The Fed kemungkinan tidak akan mengubah kebijakan suku bunga acuannya, tapi masih tetap mendukung stimulus untuk memulihkan ekonomi.
Secara teknikal, lanjutnya, rupiah masih dalam jalur penguatan selama tutup di bawah Rp14.000 per dolar AS dengan potensi ke area support Rp13.700 per dolar AS hari ini.
"Pasar masih merespons positif pembukaan ekonomi kembali di tengah pandemi namun di sisi lain pasar masih mewaspadai perkembangan penyebaran wabah dan potensi perang dagang AS dan China," kata Ariston.
Pada Selasa (9/6), rupiah melemah 5 poin atau 0,04 persen menjadi Rp13.890 per dolar AS dari sebelumnya Rp13.885 per dolar AS.

BACA JUGA : 

Selasa, 09 Juni 2020

[New post] Deretan Alat Canggih yang Ada di Bandara Soetta Sambut New Normal

perkasafuturesbpp posted: " PT KONTAK PERKASA FUTURES - Menuju new normal, berbagai pelayanan dan fasilitas di Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta), dibuat dengan tanpa sentuhan atau touchless. Bahkan ada helm petugas yang bisa membaca suhu tubuh hingga plat nomor kendara"

Penjelasan Lengkap Kementerian Koperasi dan UKM Soal Pernyataan Shadow Banking

PT KONTAK PERKASA FUTURES - Kementerian Koperasi dan UKM menjelaskan makna sebenarnya dari pernyataan Staf Khusus Menteri Bidang Hukum, Pengawasan Koperasi dan Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM, Agus Santoso, tentang berkembangnya shadow banking di lingkungan koperasi.
Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Rully Indrawan menjelaskan, pernyataan yang dilontarkan oleh Agus Santoso hanya sebagai bentuk dari kekhawatiran dan kepeduliannya terhadap keberlangsungan koperasi di tengah krisis saat ini.
"Pernyataan itu bukan menuduh bahwa koperasi telah melakukan praktik shadow banking.Tetapi, lebih bersifat mengingatkan jangan sampai koperasi melakukan praktik itu," kata Rully dalam keterangan tertulis, Selasa (9/6/2020).
Bahkan, menurut Rully peringatan itu ditujukan khusus kepada para pelaku koperasi yang baru, ataupun yang kurang memiliki pemahaman yang utuh terhadap nilai-nilai koperasi.
"Pengalaman saya sebagai mantan Rektor Ikopin, dan peneliti dan penggiat koperasi, menemukan saat ini semakin banyak pelaku koperasi karena melihat koperasi sebagai bisnis dan gerakan yang bagus maka mereka ikut terpanggil terlibat," ungkapnya.
Diketahui, shadow banking menggambarkan aktivitas layaknya seperti penghimpunan dana, investasi dan juga pinjaman, namun tidak terawasi, dan terhindari dari regulasi dan pengawasan otoritas sektor perbankan.
"Jelas itu merupakan pelanggaran hukum. Dan pihak kementerian mengajak pelaku koperasi untuk tidak melakukannya. Jujur, untuk pembuktian ada atau tidaknya praktik itu membutuhkan telaah dan kajian yang mendalam sesuai dengan kelaziman dalam prosedur hukum", ujarnya.
Ia mengakui, praktik seperti ini di masa lalu pernah dilakukan siapapun, koperasi, ataupun bukan koperasi, dan itu sudah mendapat ganjaran yang setimpal. Diharapkan di masa depan tidak lagi terjadi peristiwa seperti itu.
Maka, sejak pertengahan April lalu, sebelum Ramadan, dalam pertemuan virtual Rully mengajak agar Koperasi Simpan Pinjam (KSP) yang memiliki nasabah dan cabang yang cukup banyak, untuk tidak melakukan hal-hal yang membuat masyarakat resah, dan rugi secara material dan immaterial.
"Pada kesempatan itu hadir para pengurus 45 KSP yang tersebar di seluruh Indonesia", ujarnya.
Ia menambahkan, pertemuan itu dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap fenomena Ramadan dan hari raya yang cenderung anggota mengambil simpanannya, juga sekaligus mengantisipasi dampak dari Covid-19 terhadap usaha koperasi, khususnya simpan pinjam.
Dengan demikian, Rully menilai wajar kehawatiran yang disampaikan Staf khusus tersebut. Karena dalam situasi krisis seperti ini, sering dimanfaatkan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab untuk mencatut nama koperasi, sebagaimana yang ditemukan oleh OJK, melalui tim waspada investasi, yang hampir seluruh yang terindikasi menyimpang adalah bukan koperasi, tetapi mereka menggunakan nama koperasi.
"Jelas koperasi dirugikan, maka suatu keharusan bagi seluruh komponen pelaku, peminat, pemerhati perkoperasian, untuk saling bahu membahu untuk menjaga marwah perkoperasian", pungkasnya.

BACA JUGA : 

Indonesia Jadi Pemasok Sabun Terbesar Ketiga di Dunia

Senin, 08 Juni 2020

[New post] Indonesia Paling Sering Dituduh Gunakan Trade Remedies di Perdagangan Internasional

perkasafuturesbpp posted: " PT KONTAL PERKASA -  Menurut data global penggunaan instrumen anti dumping dari tahun 2014-2019 atau lima tahun terakhir, terdapat peningkatan sebesar 36 persen dalam pengenaan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD), Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMPT), dan Bea "

Terus Menguat, Rupiah Sentuh Level 13.872 per Dolar AS

PT KONTAK PERKASA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat pada perdagangan di awal pekan ini. Sentimen positif masih akan mendorong penguatan aset-aset berisiko.
Mengutip Bloomberg, Senin (8/6/2020), rupiah dibuka di angka 13.872 per dolar AS, menguat tipis jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 13.877 per dolar AS.
Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 13.872 per dolar AS hingga 13.921 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah melemah 0,40 persen.
Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 13.956 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan patokan sebelumnya yang ada di angka 14.100 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin ini masih melanjutkan tren positif.
Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, hari ini kemungkinan sentimen positif masih akan mendorong penguatan aset-aset berisiko, salah satunya rupiah.
"Data tenaga kerja AS, Non-Farm Payrolls dan tingkat pengangguran bulan Mei, yang dirilis Jumat malam, yang hasilnya di luar dugaan lebih bagus dari proyeksi, menjadi faktor pemicu baru pembelian aset-aset berisiko," ujar Ariston dikutip dari Antara.
Data NFP AS per Mei menunjukkan, pertambahan jumlah orang yang dipekerjakan di luar sektor pertanian dan pemerintahan sebesar 2,5 juta orang, padahal sebelumnya para analis memperkirakan terjadi pengurangan sebesar 7,7 juta. Tingkat pengangguran pun turun menjadi 13,3 persen, dari sebelumnya 14,7 persen.
Menurut Ariston, data tenaga kerja AS yang lebih baik tersebut karena kebijakan AS yang sudah mulai membuka perekonomiannya meskipun masih terkena wabah.
"Pasar pun masih berekspektasi positif terhadap upaya pembukaan ekonomi di negara-negara pandemi yang lain," katanya.
Di sisi lain, lanjut Ariston, belum terjadinya eskalasi ketegangan AS dan China kembali yang berpotensi juga membantu sentimen positif hari ini.
"Rupiah kemungkinan masih berpotensi menguat hari ini dengan sentimen positif tersebut," ujar Ariston.
Ariston memperkirakan rupiah hari ini berpotensi bergerak di kisaran 13.700 per dolar AS dan potensi resisten 14.000 per dolar AS.
Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo bersyukur bahwa nilai tukar rupiah terus menguat. Namun dirinya menilai, rupiah masih berpotensi menguat karena saat ini nilainya masih dianggap terlalu murah (undervalued).
"Alhamdulillah terus menunjukkan penguatan sejalan dengan pandangan kami, bahkan nilai tukar untuk hari ini kami pandang masih undervalued, sehingga ke depannya masih berpotensi menguat," ujar Perry dalam konferensi pers, pada Jumat 5 Juni 2020.
Perry menjelaskan, ada beberapa indikator mengapa rupiah diprediksi bisa terus menguat, yaitu inflasi, defisit transaksi berjalan, perbedaan suku bunga dan Credit Default Swap (CDS).
Dalam Survei Pemantauan Harga pekan pertama Juni, BI memperkirakan inflasi bulan Juni masih akan rendah di kisaran 0,4 persen month to month dan 1,81 persen year on year.
Defisit transaksi berjalan (Current Account Defisit/CAD) juga terpantau semakin membaik. Sepanjang 2020, CAD diperkirakan lebih rendah 2 persen dari PDB.
"Perbedaan suku bunga dalam dan luar negeri, SBN kita yang 10 tahun itu 7,06 persen, suku bunga US Treasury Bond 10 tahun itu 0,8 persen, bedanya 6,2 persen, itu tinggi kan dan imbal hasil investasi aset keuangan Indonesia ini masih tinggi," jelas Perry.
Kemudian CDS Indonesia juga masih berada di kisaran 126 basis point setelah sebelumnya naik ke level 245 basis point pada Maret lalu.

BACA JUGA : 

Awal Pekan, IHSG Balik ke Level 5.000