Rabu, 08 Juli 2020

Wall Street Menguat Didorong Lonjakan Saham Apple dan Microsoft

PT KONTAK PERKASA  - Bursa saham di Amerika Serikat menguat pada perdagangan Rabu (Kamis waktu Jakarta). Hal ini didorong oleh kenaikan saham-saham perusahaan teknologi utama seperti Apple dan Microsoft.
Dikutip dari CNBC, Kamis (9/7/2020), Dow Jones Industrial Average ditutup naik 177,10 poin atau 0,7 persen pada 26.067,28. Sebelumnya, Dow naik lebih dari 200 poin dan sempat berubah negatif.
Sementara itu, S&P 500 naik 0,8 persen menjadi 3.169,94 dan Nasdaq Composite naik 1,2 persen menjadi 10.492,50, mencetak rekor penutupan tertinggi.
Saham Apple naik 2,3 persen ke rekor tertinggi setelah analis Deutsche Bank menaikkan target harganya di bursa. Saham Microsoft naik 2,2 persen dan Netflix naik hampir 2 persen. Selain itu, saham Amazon ditutup 2,7 persen lebih tinggi.
Sektor teknologi S&P 500 mengakhiri hari dengan naik 1,6 persen dan membukukan penutupan tertinggi sepanjang masa.
"Sepertinya Anda membalik saklar ketika kasus Covid itu naik, negara ini mengambil langkah mundur dalam hal membuka kembali ekonomi dan semua perusahaan itu mendapatkan permintaan yang tinggi," kata Christian Fromhertz, CEO The Tribeca Trade Group.
Sedangkan perusahaan-perusahaan yang akan mendapat manfaat dari pembukaan kembali ekonomi berada di bawah tekanan untuk sebagian besar hari sebelum rebound di jam terakhir perdagangan. United turun sebanyak 3,8 persen setelah perusahaan memperingatkan 36 ribu karyawan tentang potensi PHK.
AS melaporkan rekor harian lebih dari 60 ribu kasus virus corona pada Selasa. Jumlah total kasus AS yang dikonfirmasi sekarang total lebih dari 3 juta, menurut Universitas Johns Hopkins.
Kematian terkait coronavirus telah meningkat menjadi lebih dari 131.000 di AS, menurut Hopkins. Ketika kasus dan kematian meningkat, data yang dikumpulkan oleh Apple Maps menunjukkan aktivitas mengemudi melambat di seluruh negeri, yang bisa menjadi tanda peringatan untuk kembalinya ekonomi.
"Angka-angka COVID di AS tetap bermasalah dan ini mulai menciptakan hambatan ekonomi," kata Adam Crisafulli, Pendiri Vital Knowledge, dalam sebuah catatan.

BACA JUGA : 

Makin Mahal, Harga Emas Antam Naik Jadi Rp 940 Ribu per Gram

Selasa, 07 Juli 2020

[New post] Tak Berubah, Harga Emas Antam Bertahan di Rp 934 Ribu per Gram

perkasafuturesbpp posted: " KONTAK PERKASA FUTURES - Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) stabil di level Rp 934 ribu per gram pada perdagangan Rabu (8/7/2020). Sebelumnya, harga emas Antam dipatok Rp 931 ribu per gram. Demikian pula harga buyback emas Antam juga ber"

Survei BI: Penjualan Eceran Mei 2020 Anjlok

KONTAK PERKASA FUTURES  - Bank Indonesia (BI) merilis data suevei penjualan eceran pada Mei 2020 yang menunjukkan adanya penurunan penjualan eceran.
Indeks Penjualan Riil (IPR) turun sebesar 20,6 persen (yoy) pada Mei 2020, lebih dalam dibandingkan dengan penurunan pada April, yakni sebesar 16,9 persen (yoy).
"Penurunan penjualan bersumber dari kontraksi penjualan di seluruh kelompok komoditas yang dipantau. Penurunan terdalam pada subkelompok Sandang serta kelompok Barang Budaya dan Rekreasi," jelas Kepala Departemen Komunikasi, Onny Widjanarko dalam keterangan resmi, Rabu (8/6/2020).
Namun demikian, kinerja penjualan eceran diprakirakan sedikit membaik pada Juni meskipun masih dalam fase kontraksi. Hal ini tercermin dari prakiraan pertumbuhan IPR sebesar -14,4 persen (yoy) pada Juni, tidak sedalam kontraksi penjualan pada bulan sebelumnya.
Perbaikan kinerja penjualan eceran terutama terjadi pada kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau dan Bahan Bakar Kendaraan Bermotor.
Dari sisi harga, tekanan inflasi pada 3 dan 6 bulan mendatang (Agustus dan November 2020) diprakirakan menurun. Menurunnya tekanan harga tersebut tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 3 dan 6 bulan mendatang (Agustus dan November 2020) masing-masing sebesar 138,6 dan 142,5, lebih rendah dibandingkan dengan 162,4 dan 146,4 pada Juli dan Oktober 2020.
"Hal tersebut disebabkan responden cenderung masih menjaga harga jual untuk mempertahankan level permintaan," tutup Onny.

BACA JUGA : 

Harga Minyak Turun Usai Penderita Covid-19 di AS Melonjak

KONTAK PERKASA FUTURES - Harga minyak turun pada Selasa di tengah kekhawatiran bahwa lonjakan kasus virus corona baru, terutama di Amerika Serikat, akan menghambat pemulihan permintaan bahan bakar.
Minyak mentah berjangka Brent turun 24 sen, atau 0,56 persen, menjadi USD 42,86. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate turun 1 sen, atau 0,02 persen, menjadi menetap di USD 40,62 per barel.
"Harga minyak lebih rendah hari ini di tengah kekhawatiran bahwa lonjakan kasus coronavirus di AS akan membatasi pemulihan permintaan bahan bakar," kata RBC seperti dikutip dari laman CNBC, Rabu (8/7/2020).
16 negara bagian AS melaporkan peningkatan rekor dalam kasus COVID-19 baru dalam lima hari pertama bulan Juli, menurut penghitungan Reuters.
Florida memperkenalkan kembali beberapa batasan pembukaan kembali ekonomi usai meningkatnya kasus. California dan Texas, dua negara bagian AS yang paling padat penduduknya dan secara ekonomi penting, juga melaporkan tingkat infeksi yang tinggi sebagai persentase dari tes diagnostik yang dilakukan selama seminggu terakhir.
Bagian lain dunia, seperti Australia, juga dilanda kebangkitan infeksi baru.
Arab Saudi menaikkan harga jual resmi minyak mentah Agustus pada hari Senin sebagai tanda ia melihat permintaan meningkat. Tetapi beberapa analis mengatakan langkah itu dapat membebani margin yang sudah buruk untuk penyuling.
"Sementara pengurangan rekor produksi dari Saudi dan OPEC + lainnya mendukung gagasan perbedaan yang lebih kuat, ini lagi tidak akan menjadi berita yang disambut baik bagi para penyuling, tidak berbuat banyak untuk membantu margin mereka, yang sudah berada di bawah tekanan signifikan," kata bank ING.
Pasar minyak mentah AS menghadapi beberapa ketidakpastian dari keputusan pengadilan pada hari Senin yang memerintahkan penutupan pipa Dakota Access, arteri terbesar yang mengangkut minyak mentah dari lembah serpih Bakken di North Dakota ke wilayah Midwest dan Gulf Coast, karena masalah lingkungan.
Sumber pasar di Bakken mengatakan penutupan pipa 570.000 barel per hari, sementara pernyataan dampak lingkungan selesai, kemungkinan akan mengalihkan beberapa aliran minyak ke transportasi dengan kereta api.

Senin, 06 Juli 2020

[New post] Cadangan Devisa Indonesia Naik Jadi USD 131,7 Miliar pada Juni 2020

perkasafuturesbpp posted: " PT KONTAK PERKASA - Bank Indonesia (BI) mengumumkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2020 di angka USD 131,7 miliar. Angka tersebut naik jika dibandingkan dengan posisi akhir Mei 2020 yang tercatat USD 130,5 miliar "Posisi cadangan dev"

Harga Emas Antam Naik Jadi Rp 934 Ribu per Gram

PT KONTAK PERKASA  - Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik Rp 3.000 per gram atau menjadi Rp 934 ribu per gram pada perdagangan Selasa (7/7/2020). Sebelumnya, harga emas Antam dipatok Rp 931 ribu per gram.
Demikian pula harga buyback emas Antam naik Rp 3.000 menjadi Rp 832 ribu per gram. Harga buyback ini adalah jika Anda menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 832 ribu per gram.
Saat ini, Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Hingga pukul 08.33 WIB, mayoritas ukuran emas Antam masih tersedia.
Untuk harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 9.260.000, sementara untuk ukuran 20 gram dijual Rp 18.310.000.
Harga emas Antam sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Jika menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dapat memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen).
* Pecahan 0,5 gram Rp 497.000
* Pecahan 1 gram Rp 934.000
* Pecahan 2 gram Rp 1.808.000
* Pecahan 3 gram Rp 2.687.000
* Pecahan 5 gram Rp 4.450.000
* Pecahan 10 gram Rp 8.835.000
* Pecahan 25 gram Rp 21.962.000
* Pecahan 50 gram Rp 43.845.000
* Pecahan 100 gram Rp 87.612.000
* Pecahan 250 gram Rp 218.765.000
* Pecahan 500 gram Rp 437.320.000
* Pecahan 1.000 gram Rp 874.600.000.
baca juga : 

[New post] Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi Minus, Indonesia Diambang Krisis?

perkasafuturesbpp posted: " PT KONTAK PERKASA FUTURES -  Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II 2020 akan terkontraksi hingga -6 persen. Ketua Umum DPD HIPPI (Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia) Provinsi DKI Jakarta,"