Senin, 06 April 2020

Polri Siapkan Skenario Hadapi Mudik saat Corona Covid-19

PT KONTAK PERKASA FUTURES - Korlantas Polri membuat regulasi pembatasan jumlah penumpang kendaraan bagi warga yang tetap memilih mudik di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19.
"Pembatasan ini diharapkan nanti (menekan) 50 persen dari kapasitas yang ada, sebagai komitmen menjaga jarak dan SOP kesehatan," tutur Kakorlantas Polri Irjen Istiono saat dikonfirmasi, Selasa (7/4/2020).
Menurut Istiono, pemberlakuan tersebut dimaksudkan agar masyarakat tetap sadar pentingnyasocial distancing dan physical distancing saat pandemi Corona tengah mewabah. 
"Misalnya sedan itu hanya diberlakukan untuk dua orang. Minibus cukup tiga orang. Depan, tengah, belakang, tiga orang. Roda dua satu orang saja," jelas dia.
Terkait sanksi, lanjut Istiono, pemudik yang tidak mematuhi aturan tersebut akan diminta untuk kembali ke kediamannya.

Tempatkan Petugas di Jalan Tol

Polisi juga telah menempatkan sejumlah petugas naik di jalan tol mau pun arteri untuk melakukan patroli rutin.
"Tentunya sanksi, tindak tegas, ini adalah operasi KLB, operasi kemanusiaan. Jadi yang melebihi kapasitas itu akan kita putar alihkan. Suruh balik kanan, balik ke rumah saja, demi keselamatan dan kesehatan kita semua. Kita bareng-bareng melawan Covid-19," ujar Istiono. 

BACA JUGA : 

Menyerah, Pengusaha Hotel Tak Mampu Bayar THR

[New post] Minyak Dunia Anjlok, Harga BBM Bisa Langsung Turun?

perkasafuturesbpp posted: " PT KONTAK PERKASA - Harga minyak dunia memang mengalami penurunan hingga sempat menyentuh di level USD 20 per barel. Namun penurunan tersebut tidak membuat harga Bahan Bakar Minyak (BBM) langsung turun. Pengamat Energi Sofyano Zakaria mengatakan, Indo"

60 Emiten Buyback Saham, Nilainya Capai Rp 17,2 Triliun

PT KONTAK PERKASA -  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sebanyak 60 emiten atau perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana untuk melakukan aksi pembelian saham kembali atau buyback. Dari total tersebut, setegahnya sudah melakukanbuyback saham.
"(Sudah ada) 33 emiten melakukan buyback dari 60 emiten yang sudah menyampaikan rencanabuyback," kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, di Jakata ditulis Senin (6/4/2020).
Wimboh menyebut, jika dihitung-hitung dari total 60 emiten yang berencana melakukan pembelian saham kembali atau buyback nilainya mencapai Rp 17,2 triliun. Dengan demikian, ini diharapkan dapat mendongkrak laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di pasar modal.
Dia menyampaikan, masih ada beberapa kebijakan lain di pasar modal sebagai antisipasi penurunan IHSG. Di antaranya, pelarangan short selling, penghentian perdagangan sementara atau trading halt selama 30 menit bila indeks turun lebih dari 5 persen, serta asymmetric auto rejection.
Kebijakan lain, yakni pelonggaran berupa pelaksanaan buyback saham tanpa harus melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), termasuk perpanjangan waktu penyampaian laporan keuangan.
"Di pasar modal, kami sudah melakukan relaksasi, hanya sekadar tidak memberikan ruang untuk penurunan lebih lanjut dengan cara beberapa kebijakan," tandas dia.
Reporter: Dwi Aditya Putra
SUmber: Merdeka.com

BACA JUGA : 

Rupiah Terkoreksi Seiring Pelemahan Mata Uang di Kawasan Asia

Jumat, 03 April 2020

[New post] Rupiah Menguat ke 16.445 per Dolar AS Ikuti Sentimen Harga Minyak

perkasafuturesbpp posted: " KONTAK PERKASA FUTURES - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat pada perdagangan Jumat ini. Pagi ini sebagian aset berisiko menguat mengikuti penguatan indeks saham AS. Mengutip Bloomberg, Jumat (3/4/2020), rupiah"

Akhir Pekan, IHSG Dibuka Menguat ke 4.582,32

KONTAK PERKASA FUTURES - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Jumat akhir pekan ini. Dari 10 sektor pembentuk IHSG, seluruhnya berada di zona hijau.
Pada pembukaan perdagangan Jumat (3/4/2020) pukul 09.00 WIB, IHSG naik 50,33 poin atau 1,12 persen ke posisi 4.582,32. Adapun indeks saham LQ45 naik 1,35 persen ke posisi 697,05. Sebagian besar indeks saham acuan berada di zona hijau..
Di awal perdagangan ini, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 4.592,5 dan terendah 4.531,81.
Sebanyak 174 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Kemudian 40 saham melemah dan 70 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan saham 25.597 kali dengan volume perdagangan 356 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 320,9 miliar.
Investor asing jual bersih saham Rp 16,4 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 16.475.
Dari 10 sektor pembentuk IHSG, seluruhnya berada di zona hijau. Penguatan dipimpin sektor industri dasar yang naik 2,96 persen. Disusul sektor pertambangan yang menguat 2,24 persen dan sektor infrastruktur naik 1,54 persen.
Saham yang menguat dan mendorong IHSG ke zona hijau antara lain SAMF yang naik 25 persen ke Rp 340 per lembar saham, ARTO menguat 25 persen ke Rp 1.425 per lembar saham dan INAI naik 24,47 persen ke Rp 468 per lembar saham.
Sedangkan saham yang melemah yaitu DIVA turun 7 persen ke Rp 930 per saham, BBHI turun 6,98 persen ke Rp 80 per saham dan MAPA turun 6,74 persen ke Rp 1.590 per saham.

BACA JUGA : 

Kamis, 02 April 2020

[New post] BI Tak Akan Biarkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2,3 Persen

perkasafuturesbpp posted: " PT KONTAK PERKASA FUTURES - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan, di tengah merebaknya wabah virus corona (Covid-19) sekarang ini pihak bank sentral tetap bisa menjaga angka pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak dibawah 2,3 persen. "Kita den"

Ekonomi China Terimbas Corona, Indonesia Cari Pasar Lain Ekspor Komoditas Perkebunan

PT KONTAK PERKASA FUTURES  - Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak wabah Virus Corona atau Covid-19 di bidang ekonomi. Apalagi, 
salah satu negara yang memiliki hubungan erat secara perekonomian, China ikut terdampak. 
 
Komoditas sawit, kelapa, kakao, karet, kopi, teh, lada, pala, cengkeh, kayu manis asal Indonesia menjadi komoditas perkebunan yang rutin di ekspor ke negara yang dijuluki sebagai Tirai Bambu tersebut.
 
Direktur Jenderal Perkebunan Kasdi Subagyono mengatakan, Kementerian Pertanian telah mengambil langkah cepat dengan mengkaji alternatif tujuan pasar ekspor komoditas perkebunan, sebagai bentuk antisipasi menurunnya permintaan China terhadap ekspor komoditas perkebunan Indonesia di tahun 2020.
 
“Hal ini sekaligus tindak lanjut dari arahan Bapak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, bahwa sektor pertanian harus menjadi sektor yang paling tangguh dalam menghadapi berbagai krisis, tidak hanya fokus dalam peningkatan produksi, kita juga akan berupaya untuk mencari alternatif pasar tujuan ekspor," kata Kasdi dalam keterangan, Kamis (2/4/2020).
 
Kasdi mengaku pihaknya telah menyiapkan enam strategi utama untuk memperkuat ekspor perkebunan Indonesia di tengah pandemik Covid-19 saat ini, yang pertama adalah lobi perdagangan dengan negara mitra baru, termasuk untuk mengupayakan direct ekspor terhadap komoditas yang selama ini di re-ekspor melalui Tiongkok. 
 
“Kedua kami akan lakukan lobi terhadap kesepakatan tarif bea masuk di negara tujuan dan memberikan kemudahan perdagangan bilateral, seperti untuk Sugar, Vanaspati ghee dan komoditas lainnya, yang ketiga tentu dengan Meningkatkan jaminan atas kualitas, brand image, dan ketersediaan produk secara kontinu," ujarnya.
Strategi yang keempat, lanjut Kasdi, pihaknya akan berupaya meningkatkan kerja sama perdagangan untuk peningkatan akses pasar, melalui optimalisasi pemanfaatan perwakilan Indonesia di luar negeri, kerja sama yang sudah berjalan dipercepat, dan  tentunya dengan melakukan pengembangan kesepakatan baru.
 
“Sebagai contoh untuk sawit, berdasarkan analisis kami, tahun ini penyerapan China terhadap komoditas tersebut dipastikan menurun, untuk mengantisipasi hal ini kita akan dorong peningkatan Ekspor sawit ke India, Pakistan, Bangladesh dengan kenaikan sebesar 20 persen, Amerika Serikat 5 persen. Selain itu ekspor ke Tunisia, Turki, mesir, Aljazair, Maroko dan Iran naik sebesar 10 persen, untuk konsumsi dalam Negeri kami targetkan naik 5 persen," jelasnya.
 
Staregi selanjutnya, ungkap Kasdi pihaknya akan berupaya meningkatkan konsumsi domestik, seperti program B-30 untuk CPO, aspal Karet untuk karet, kopi, gula semut, dan komoditas lainnya, dan yang terakhir adalah Optimalisasi pelayanan jaringan informasi  dan komunikasi secara terorganisasi antara Bussiness to bussiness (B to B) dan goverment to goverment (G to G).
 
Sedangkan untuk ekspor karet di Tahun 2020, Kasdi mengaku telah mempersiapkan target - target peningkatan, dan negara - negara alternatif tujuan ekspor karet selain Cina. 
 
“Kami akan dorong ke Jerman dan Perancis dengan besar kenaikan 10 persen, Amerika Serikat dan Argentina 10 persen, Jepang dan Korea Selatan naik 7,5 persen, Afrika Selatan hingga 2,5 persen, untuk konsumsi dalam negeri kami targetkan meningkat hingga 5 persen," pungkasnya.

BACA JUGA : 

Investor Hindari Aset Berisiko, Rupiah Melemah ke 16.529 per Dolar AS