perkasafuturesbpp posted: " PT KONTAK PERKASA FUTURES - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati memastikan bahwa presiden, wakil presiden, bersama dengan para menteri tidak akan mendapatkan tunjangan hari raya (THR) di tahun ini. Keputusan ini juga berlaku bagi anggota DPR dan DPD."
|
Selasa, 14 April 2020
Atasi Dampak Covid-19, Antam Tunda Angsuran Mitra UKM Hingga 1 Tahun
IHSG Dibuka Naik ke 4.646,12, Seluruh Sektor Bertengger di Zona Hijau
Senin, 13 April 2020
[New post] Saham di Asia Tergelincir Seiring Kesepakatan Pemangkasan Produksi Minyak
perkasafuturesbpp posted: " PT KONTAK PERKASA - Sejumlah saham di Asia diperdagangkan turun pada Senin pagi. Hal ini seiring dengan kesepakatan negara-negara pengekspor minyak yang tergabung dalam OPEC untuk melakukan pemangkasan produksinya. Melansir dari laman CNBC, Senin (13/"
|
Diterpa Corona, Dunia Usaha Diprediksi Bangkit di Triwulan II 2020
1,6 Juta Pekerja Kena PHK dan Dirumahkan Akibat Corona
Kamis, 09 April 2020
[New post] 17 Ribu Relawan Gugus Tugas Covid-19 Dapat Premi Asuransi
perkasafuturesbpp posted: " PT KONTAK PERKASA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memberikan bantuan premi asuransi jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian BPJamsostek untuk 17 ribu relawan Gugus Tugas Covid-19. Kepala Divisi Pendistribusian Baznas Ahmad Fikri mengatakan,"
|
Kucurkan Rp 405 Triliun, Indonesia Masuk Jajaran Negara Pemberi Stimulus Terbesar di Asia
PT KONTAK PERKASA - Pemerintah Indonesia menggelontorkan insentif tambahan setidaknya Rp 405 triliun untuk menangani dampak penyebaran Corona baik di ekonomi, kesehatan dan perlindungan sosial.
Nilai tersebut bukan angka yang kecil dan membuat pemerintah pada akhirnya melebarkan defisit anggaran belanja negara hingga 5,07 persen.
Ternyata, tambahan stimulus Rp 405 triliun membuat Indonesia menjadi salah satu negara pemberi insentif terbesar di Asia selain Thailand dan Malaysia.
"Total tambahan anggaran yang disalurkan mencapai Rp 405 triliun atau setara 2,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB)," demikian dikutip dari catatan Center of Reforms on Economic (CORE) tentang pelebaran defisit APBN, resiko dan rekomendasi terhadap pemerintah, Kamis (9/4/2020).
Adapun, jumlah insentif fiskal pemerintah lebih besar dari beberapa negara seperti Tiongkok yaitu 1,2 persen terhadap PDB, Korea Selatan sebesar 0,8 persen dan India sebesar 0,5 persen.
Namun, angka ini masih lebih kecil dibanding Thailand yang memberi insentif sebesar 3 persen dari PDB dan Malaysia yang mencapai 17 persen.
Meski demikian, pemberian insentif untuk bidang kesehatan, perlindungan sosial, insentif perpajakan dan pemulihan ekonomi nasional ini tidak seimbang dengan proyeksi penerimaan negara akhir tahun mendatang, sehingga banyak resiko yang akan timbul seperti dominasi surat utang negara (SUN) oleh pihak asing hingga peningkatan utang luar negeri swasta.
Karena penerimaan dan pengeluaran tidak seimbang, pemberian insentif ini berpotensi membuat defisit anggaran negara bengkak hingga Rp 852 triliun atau setara 5,07 persen PDB.
Tapi Indonesia tidak sendiri di sini, karena negara lain juga sudah memproyeksikan kondisi yang serupa, seperti Malaysia yang diprediksi mengalami defisit anggaran hingga 4,5 persen PDB.
"Bahkan, Perancis juga meningkatkan defisit anggarannya hingga 7 persen," demikian tertulis dalam keterangan.
BACA JUGA :
Pengolahan Gas Gundih Cepu di Blora Terbakar
Selasa, 07 April 2020
[New post] Bursa Saham Asia Pasifik Bergerak Variatif di Tengah Upaya Penanganan Corona
perkasafuturesbpp posted: " KONTAK PERKASA FUTURES - Saham-saham di Asia Pasifik bergerak variatif pada perdagangan Rabu pekan ini. Hal tersebut karena negara-negara di kawasan itu terus melakukan langkah-langkah untuk memerangi pandemi virus corona. Dikutip dari CNBC, Rabu (8/3"
|