Selasa, 14 April 2020

[New post] Presiden, Menteri hingga Anggota DPR Dipastikan Tak Dapat THR Tahun Ini

perkasafuturesbpp posted: " PT KONTAK PERKASA FUTURES - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati memastikan bahwa presiden, wakil presiden, bersama dengan para menteri tidak akan mendapatkan tunjangan hari raya (THR) di tahun ini. Keputusan ini juga berlaku bagi anggota DPR dan DPD."

Atasi Dampak Covid-19, Antam Tunda Angsuran Mitra UKM Hingga 1 Tahun

PT KONTAK PERKASA FUTURES - Sebagai upaya mengurango dampak ekonomi dari pandemi Covid-19, PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menginisiasi kebijakan penundaan pembayaran angsuran mitra UKM di sekitar wilayah operasi.
Dalam keterangan tertulis, Direktur SDM Antam, Luki Setiawan Suardi mengatakan langkah ini sebagai stimulus untuk meringankan beban ekonomi masyarakat sekitar akibat Covid-19.
“Penundaan pembayaran kewajiban Program Kemitraan diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasi karena pandemi Covid-19” kata Luki. 
Menurut Luki stimulus penundaan pembayaran angsuran ini hingga satu tahun. Keringanan pembayaran angsuran dilakukan agar para mitra UKM tetap bisa bertahan dan tetap kegiatan UKM tetap berjalan.
“Inisiasi ini juga merupakan refleksi atas komitmen Antam dalam pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan,” tambah Luki.
Dalam keterangannya, stimulus Program Kemitraan Antam diberikan kepada mitra binaan yang terdampak pandemi Covid-19 baik langsung maupun tidak langsung. Kebijakan ini berlaku mulai 1 April 2020 – 31 Maret 2021.
Menurut Luki program ini akan ditinjau berkala setiap tiga bulan dengan mempertimbangkan kondisi dan kebijakan yang dirilis Kementerian BUMN dan Holding Industri Pertambangan-MIND ID.
Luki juga menyampaikan, program ini dapat diikuti mitra binaan melalui pengajuan tertulis kepada Antam.
“Permohonan restrukturisasi dapat ditujukan ke Unit Bisnis atau Kantor Pusat ANTAM, tentunya dengan mengikuti peraturan dan kebijakan mengenai Stimulus Program Kemitraan serta mempertimbangkan risiko,” ujar Luki.
Hingga saat ini, beberapa mitra sudah menerima manfaat dari stimulus yang dilaksanakan Antam. Badru Kamaludin, salah satu mitra binaan yang bergerak dalam usaha ternak ikan di desa Caringin kabupaten Bogor menyambut positif program ini.
“Terima kasih, dengan adanya kebijakan stimulus dari Antam ini membuat kami pelaku perikanan merasa sedikit lega dengan keringanan ini,” kata Badru. 
Menurut Badru, pandemi Covid-19 memberikan dampak negatif terhadap usahanya yang mengakibatkan penjualan ikan menurun drastis.
“Penjualan kami turun drastis, di pasar sepi pembeli bahkan tutup, pemancingan di tutup. Sekarang kami hanya bisa bertahan untuk biaya hidup,” tambahnya.
Antam berharap, program ini dapat membantu mitra binaan bertahan saat kondisi pandemi Covid-19 serta dapat menggerakkan roda ekonomi daerah. Program penundaan angsuran mitra binaan ni juga dilaksanakan sesuai dengan dengan instruksi Presiden Joko Widodo terkait stimulus kebijakan relaksasi kredit dan arahan Kementerian BUMN mengenai stimulus untuk Program Kemitraan.

BACA JUGA : 

IHSG Dibuka Naik ke 4.646,12, Seluruh Sektor Bertengger di Zona Hijau

Senin, 13 April 2020

[New post] Saham di Asia Tergelincir Seiring Kesepakatan Pemangkasan Produksi Minyak

perkasafuturesbpp posted: " PT KONTAK PERKASA - Sejumlah saham di Asia diperdagangkan turun pada Senin pagi. Hal ini seiring dengan kesepakatan negara-negara pengekspor minyak yang tergabung dalam OPEC untuk melakukan pemangkasan produksinya. Melansir dari laman CNBC, Senin (13/"

Diterpa Corona, Dunia Usaha Diprediksi Bangkit di Triwulan II 2020

PT KONTAK PERKASA - Wabah virus Corona membuat hampir seluruh sektor dunia usaha terhantam. Survei Bank Indonesia terkait Kegiatan Dunia Usaha pada Triwulan I tahun 2020. Tercatat, kinerja dunia usaha turun 5,56 persen imbas penyebaran Corona di Indonesia.
Namun demikian, optimisme kebangkitan dunia usaha masih diyakini karena survei yang sama menyebutkan, kegiatan usah akan meningkat pada triwulan II tahun 2020.
"(Hal ini) tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) prakiraan kegiatan usaha sebesar 2,13 persen, lebih tinggi dari SBT triwulan I 2020 sebesar -5,56 persen," demikian dikutip Liputan6.com dari hasil survei, Senin (13/4/2020).
Adapun, peningkatan tersebut bersumber dari meningkatnya kegiatan usaha di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan dan perikanan dengan SBT yang diprediksi lebih tinggi, sebesar 1,57 persen, dari triwulan sebelumnya yang sebesar 0,40 persen.
Panen padi diperkirakan masih akan berlangsung di beberapa daerah seperti Jawa Barat, Jawa Timur, beberapa daerah di Sumatera dan Sulawesi, ditambah dengan meningkatnya kinerja tanaman perkebunan.
Lebih lanjut, peningkatan juga didorong oleh sektor jasa khususnya sub sektor administrasi pemerintahan dan pertahanan, seiring dengan kebijakan pemerintah pusat dan daerah terkait penanganan Corona.
Kemudian, untuk realisasi investasi di triwulan II juga diprediksi tumbuh 4,73 persen lebih tinggi dari realisasi investasi triwulan I yang sebesar 2,61 persen, didominasi oleh sektor jasa dan sektor keuangan, real estate dan jasa perusahaan.
"Berdasarkan sektor ekonomi, prakiraan investasi tertinggi terjadi pada sektor jasa-jasa dengan SBT 1,5 persen dan sektor keuangan, real estate dan jasa perusahaan dengan SBT 0,88 persen," jelas hasil survei tersebut.
Meski demikian, angka di triwulan II diproyeksi lebih rendah dibanding tahun sebelumnya dalam periode yang sama, yang sebesar 9,71 persen.
BACA JUGA : 

1,6 Juta Pekerja Kena PHK dan Dirumahkan Akibat Corona

Kamis, 09 April 2020

[New post] 17 Ribu Relawan Gugus Tugas Covid-19 Dapat Premi Asuransi

perkasafuturesbpp posted: " PT KONTAK PERKASA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memberikan bantuan premi asuransi jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian BPJamsostek untuk 17 ribu relawan Gugus Tugas Covid-19. Kepala Divisi Pendistribusian Baznas Ahmad Fikri mengatakan,"

Kucurkan Rp 405 Triliun, Indonesia Masuk Jajaran Negara Pemberi Stimulus Terbesar di Asia

PT KONTAK PERKASA - Pemerintah Indonesia menggelontorkan insentif tambahan setidaknya Rp 405 triliun untuk menangani dampak penyebaran Corona baik di ekonomi, kesehatan dan perlindungan sosial.
Nilai tersebut bukan angka yang kecil dan membuat pemerintah pada akhirnya melebarkan defisit anggaran belanja negara hingga 5,07 persen.
Ternyata, tambahan stimulus Rp 405 triliun membuat Indonesia menjadi salah satu negara pemberi insentif terbesar di Asia selain Thailand dan Malaysia.
"Total tambahan anggaran yang disalurkan mencapai Rp 405 triliun atau setara 2,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB)," demikian dikutip dari catatan Center of Reforms on Economic (CORE) tentang pelebaran defisit APBN, resiko dan rekomendasi terhadap pemerintah, Kamis (9/4/2020).
Adapun, jumlah insentif fiskal pemerintah lebih besar dari beberapa negara seperti Tiongkok yaitu 1,2 persen terhadap PDB, Korea Selatan sebesar 0,8 persen dan India sebesar 0,5 persen.
Namun, angka ini masih lebih kecil dibanding Thailand yang memberi insentif sebesar 3 persen dari PDB dan Malaysia yang mencapai 17 persen.
Meski demikian, pemberian insentif untuk bidang kesehatan, perlindungan sosial, insentif perpajakan dan pemulihan ekonomi nasional ini tidak seimbang dengan proyeksi penerimaan negara akhir tahun mendatang, sehingga banyak resiko yang akan timbul seperti dominasi surat utang negara (SUN) oleh pihak asing hingga peningkatan utang luar negeri swasta.
Karena penerimaan dan pengeluaran tidak seimbang, pemberian insentif ini berpotensi membuat defisit anggaran negara bengkak hingga Rp 852 triliun atau setara 5,07 persen PDB.
Tapi Indonesia tidak sendiri di sini, karena negara lain juga sudah memproyeksikan kondisi yang serupa, seperti Malaysia yang diprediksi mengalami defisit anggaran hingga 4,5 persen PDB.
"Bahkan, Perancis juga meningkatkan defisit anggarannya hingga 7 persen," demikian tertulis dalam keterangan.

BACA JUGA : 

Pengolahan Gas Gundih Cepu di Blora Terbakar

Selasa, 07 April 2020

[New post] Bursa Saham Asia Pasifik Bergerak Variatif di Tengah Upaya Penanganan Corona

perkasafuturesbpp posted: " KONTAK PERKASA FUTURES - Saham-saham di Asia Pasifik bergerak variatif pada perdagangan Rabu pekan ini. Hal tersebut karena negara-negara di kawasan itu terus melakukan langkah-langkah untuk memerangi pandemi virus corona. Dikutip dari CNBC, Rabu (8/3"